KRISIS KETELADANAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU SISWA: REFLEKSI ATAS PRAKTIK PENDIDIKAN KARAKTER
DOI:
https://doi.org/10.31943/edumjournal.v9i1.577Abstract
Penelitian ini membahas fenomena krisis keteladanan dalam lingkungan pendidikan serta implikasinya terhadap pembentukan karakter dan perilaku siswa di sekolah menengah. Krisis ini muncul akibat menurunnya konsistensi moral dan etika guru dalam memberikan contoh nyata kepada peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Negeri 18 Kendari, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis keteladanan bukan hanya persoalan individu, melainkan fenomena sistemik yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan lemahnya budaya reflektif di kalangan pendidik. Ketidakkonsistenan perilaku guru berdampak langsung pada menurunnya disiplin, tanggung jawab, serta motivasi belajar siswa. Sekolah telah berupaya mengatasi masalah ini melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan penanaman nilai religius, integritas, dan gotong royong. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan guru menjadi figur moral yang autentik. Penelitian ini menegaskan pentingnya keteladanan sebagai inti dari pendidikan karakter dan merekomendasikan peningkatan kompetensi emosional serta profesionalisme guru untuk memperkuat nilai-nilai moral di lingkungan pendidikan.
Kata kunci: keteladanan, pendidikan karakter, perilaku siswa, guru, krisis moral.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Universitas Wiralodra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

.png)
_(1)2.png)
1.png)
3.png)

1.png)

-1_(2).png)
.png)
.png)












.png)
2.png)
